<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Aquaculture Blok 2B</title>
	<atom:link href="http://aquablok2b.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aquablok2b.wordpress.com</link>
	<description>Media informasi dan berbagi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Oct 2007 09:46:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aquablok2b.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Aquaculture Blok 2B</title>
		<link>http://aquablok2b.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aquablok2b.wordpress.com/osd.xml" title="Aquaculture Blok 2B" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aquablok2b.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Peranan dan Fungsi Hutan Bakau (Mangrove)</title>
		<link>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/peranan-dan-fungsi-hutan-bakau-mangrove/</link>
		<comments>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/peranan-dan-fungsi-hutan-bakau-mangrove/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 09:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aquablok2b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/peranan-dan-fungsi-hutan-bakau-mangrove/</guid>
		<description><![CDATA[Hutan Bakau (mangrove) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2000). Sementara ini wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah dimana daratan berbatasan dengan laut. Batas wilayah pesisir di daratan ialah daerah-daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=7&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hutan Bakau (<em><span style="font-family:Arial;">mangrove</span></em>) merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2000). Sementara ini <strong><span style="font-family:Arial;">wilayah pesisir</span></strong> didefinisikan sebagai wilayah dimana daratan berbatasan dengan laut. <strong><span style="font-family:Arial;">Batas wilayah pesisir di daratan</span></strong> ialah daerah-daerah yang tergenang air maupun yang tidak tergenang air dan masih dipengaruhi oleh proses-proses bahari seperti pasang surutnya laut, angin laut dan intrusi air laut, sedangkan <strong><span style="font-family:Arial;">batas wilayah pesisir di laut</span></strong> ialah daerah-daerah yang dipengaruhi oleh proses-proses alami di daratan seperti sedimentasi dan mengalirnya air tawar ke laut, serta daerah-daerah laut yang dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia di daratan seperti penggundulan hutan dan pencemaran. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik (Siregar dan Purwaka, 2002). </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Masing-masing elmen dalam ekosistem memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Kerusakan salah satu komponen ekosistem dari salah satunya (daratan dan lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan. Hutan mangrove merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><em><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Habitat satwa langka</span></strong></em></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (<em><span style="font-family:Arial;">Limnodrumus semipalmatus</span></em>)</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pelindung terhadap bencana alam</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Pengendapan lumpur</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. </span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>4.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penambah unsur hara</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>5.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><em><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penambat racun </span></strong></em></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>6.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar Kawasan (Ex-Situ)</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk-produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>7.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Transportasi</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Pada beberapa hutan mangrove, transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>8.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Sumber plasma nutfah</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untukmemelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>9.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Rekreasi dan pariwisata</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
H utan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span></span></span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>10.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span dir="ltr"><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><em><strong>Sarana pendidikan dan penelitian</strong></em><br />
Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.</span></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>11.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Memelihara proses-proses dan sistem alami</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>12.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Penyerapan karbon</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C0<sub>2</sub>) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C0<sub>2</sub>). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>13.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span dir="ltr"><em><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Memelihara iklim mikro</span></strong></em></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"><span>14.<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span dir="ltr"><strong><em><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam</span></em></strong></span><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Keberadaan hutan bakau dapat mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya kondisi alam.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;">Hutan Mangrove dan Perikanan</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"><br />
Dalam tinjauan siklus biomassa, hutan mangrove memberikan masukan unsur hara terhadap ekosistem air, menyediakan tempat berlindung dan tempat asuhan bagi anak-anak ikan, tempat kawin/pemijahan, dan lain-lain. Sumber makanan utama bagi organisme air di daerah mangrove adalah dalam bentuk partikel bahan organik (detritus) yang dihasilkan dari dekomposisi serasah mangrove (seperti daun, ranting dan bunga). Selama proses dekomposisi, serasah mangrove berangsur-angsur meningkat kadar proteinnya dan berfungsi sebagai sumber makanan bagi berbagai organisme pemakan deposit seperti moluska, kepiting dang cacing polychaeta. Konsumen primer ini menjadi makanan bagi konsumen tingkat dua, biasanya didominasi oleh ikan-ikan buas berukuran kecil selanjutnya dimakan oleh juvenil ikan predator besar yang membentuk konsumen tingkat tiga Singkatnya, hutan mangrove berperan penting dalam menyediakan habitat bagi aneka ragamjenis-jenis komoditi penting perikanan baik dalam keseluruhan maupun sebagian dari siklus hidupnya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span><em><strong><span style="font-size:7.5pt;color:#990066;font-family:Arial;">Sumber : Buletin Mina Diklat, Desember 2003</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="font-size:7.5pt;color:#990066;font-family:Arial;">    </span></strong></em><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquablok2b.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquablok2b.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquablok2b.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquablok2b.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=7&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/peranan-dan-fungsi-hutan-bakau-mangrove/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0e450ae476f9d504be5941d8efae38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aquablok2b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Utama Penyebab Kematian Udang di Tambak</title>
		<link>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/penyakit-utama-penyebab-kematian-udang-di-tambak/</link>
		<comments>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/penyakit-utama-penyebab-kematian-udang-di-tambak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 09:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aquablok2b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Udang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/penyakit-utama-penyebab-kematian-udang-di-tambak/</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit secara umum didefinisikan sebagai ketidaknormalan terhadap fungsi sebagian atau seluruh organ tubuh dikarenakan adanya gangguan faktor-faktor abiotik / non-infectious disease (kualitas air, makanan dan lainnya) dan faktor biotik / infectoius disease (organisme penyebab penyakit atau patogen). Beberapa penyakit udang yang sering ditemukan di lapangan dapat disebabkan oleh patogen virus, bakteri, parasit ataupun jamur. Berikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=6&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Penyakit secara umum didefinisikan sebagai ketidaknormalan terhadap fungsi sebagian atau seluruh organ tubuh dikarenakan adanya gangguan faktor-faktor abiotik / <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">non-infectious disease </span></em>(kualitas air, makanan dan lainnya) dan faktor biotik / <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">infectoius disease </span></em>(organisme penyebab penyakit atau patogen).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Beberapa penyakit udang yang sering ditemukan di lapangan dapat disebabkan oleh patogen virus, bakteri, parasit ataupun jamur. Berikut dijelaskan secara ringkas beberapa penyakit potensial yang akhir-akhir ini sering menimbulkan kerugian pada budidaya udang di tambak, gejala klinis, serta upaya penanggulangannya.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">1. Penyakit udang gripis/penyakit bercak coklat putih pada cangkang</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Penyebab</span></strong></em><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Jenis bakteri <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Vibrio sp., Pseudomonas sp., Myxobacterium sp., </span></em>dan <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Flavobacterium sp.</span></em></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"><em><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></em></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Gejala Klinis</span></strong></em><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Warna tubuh putih kecoklatan, karapas, kaki jalan, kaki renang dan ekor udang mengalami kerontokan, lemah dan nafsu makan berkurang.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Penanggulangan</span></strong></em><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> :</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Cara menanggulangi penyakit ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki mutu air, pengaturan pakan dan pengaturan padat penebaran yang sesuai dengan kondisi lahan. Dapat pula dilakukan dengan cara memberikan antibiotika melalui percampuran dengan telur ayam atau telur bebek mentah dengan perbandingan 1 butir telur untuk 10 kg pakan. </span><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Campuran telur dan antibiotika diaduk dengan pakan dan dikeringkan ditempat yang teduh lalu ditebar ke dalam tambak.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Dosis yang digunakan untuk penggunaan antibiotika adalah : Terramycin 30 mg/kg pakan, Erythromycin 40 mg/kg pakan, Oxytetracyclin 40-50 mg/kg pakan, Furanace 100 mg/kg pakan.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Pemberian antibiotika dalam pakan dilakukan terus-menerus selama 3 hingga 5 hari, kecuali untuk Furanace diberikan selama 14 hari.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">2. Penyakit bercak putih (</span></strong><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">White Spot Disease</span></strong></em><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">)</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Penyebab</span></em></strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Virus SEMBV (<em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Systemic Ectodermal and Mesodermal Baculo Virus</span></em>)</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Gejala Klinis</span></em></strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Udang yang sakit tampak lemah dan berenang ke pematang tambak, usus kosong, tubuh pucat atau berwarna kemerah-merahan dan kadang-kadang ditempeli organisme penempel. Gejala khas berupa bercak putih dengan diameter 1-2 mm, mula-mula terlihat dibagian karapas dan bila sudah parah bercak putih menyebar sampai ke seluruh bagian tubuh.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Penanggulangan</span></em></strong><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> </span></em></strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">: Hingga saat ini belum ada obat yang efektif untuk penyakit viral (baik penyakit kepala kuning maupun bercak puih). Oleh karena itu, tindak pencegahan adalah langkah yang paling tepat. Upaya penaggulangannya dapat dilakukan antara lain dengan cara mengganti air secara rutin setiap hari minimal 5% dari total volume air tambak, penggunaan pakan harus dipantau secara ketat agar tidak menimbulkan penimbunan sisa pakan yang menyebabkan pembusukan, mengeluarkan tanah dasar tambak yang berwrna hitam dan berbau busuk, dan mengisolasi daerah yang sedang terserang penyakit. Udang yang terserang dalam keadaan perlu segera dilakukan tindakan pemusnahan dengan jalan pembakaran dan penguburan agar tidak menjadi sumber infeksi.</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Disamping cara penanggulangan pnyekit seperti diatas, dapat pula ditempuh melalui peningkatan laju pemulihan selera makan, yaitu hendaknya udang diberi pakan berupa diet dengan nomor grade pakan yang satu tingkat lebih rendahserta berkondisi baik. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">3. Penyakit kepala kuning (</span></strong><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Yellow Head Disease</span></strong></em><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">)</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Penyebab</span></strong></em><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Virus YHV (<em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Yellow Head Baculo Virus</span></em>)</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Gejala Klinis</span></strong></em><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Warna tubuh udang pucat, insang dan hepatopankreas berwarna kekuningan. Gejala klinis tersebut pada umumnya mulai tampak antara 50-70 hari setelah penebaran udang di tambak. </span><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Nafsu makan udang mula-mula meningkat dalam beberapa hari kemudian berhenti sama sekali.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#ff6600;font-family:'Book Antiqua';">Penanggulangan</span></em></strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"> : Lihat upaya penanggulangan terhadap penyakit bercak putih.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Manajemen Kesehatan Udang</span></strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"><br />
Upaya penanggulangan penyakit udang di tambak dapat dilakukan melalui :</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#cc0000;font-family:'Book Antiqua';">Penggunaan benur yang prima</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Benur sebaiknya berasal dari peneluran induk yang pertama atau kedua, dan berukuran seragam.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Bagian tubuh seperti rostrum, kaki jalan, dan ekor bentuknya normal; tanpa erosi ataupun kehitaman (melanisasi).</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Bagian perut bersih, usus penuh pakan, ketebalan bagian perut.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Benur yang sehat berenang dengan posisi dengan posisi tubuh lurus, sangat responsif terhadap stimulir dari luar, dan berenang menentang arus ketika air diputar.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Bebas dari organisme penempel, relatif bebas dari infeksi Monodon Baculo Virus (MBV) &#8211; dapat dideteksi melalui keberadaan &#8220;occlusion bodies&#8221; secara mikroskopis yang menggambarkan ringan-beratnya infeksi.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Bebas dari infeksi bercak putih SEMBV yang dapat dideteksi secara dini melalui teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Cara lain juga dapat dilakukan melalui metoda skrining PL, yaitu benur ditreatment dengan formalin ± 200 ppm selama 1-2 jam. Melalui proses skrining ini, benur yang terinfeksi berat akan mati; sedangkan benur yang sehat akan tetap hidup dan siap ditebar ke dalam tambak. </span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"></span></li>
</ul>
<p><em><strong><span style="font-size:10pt;color:#cc0000;font-family:'Book Antiqua';">Peningkatan kesehatan udang</span></strong></em><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Suplemen vitamin C dan <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">astaxanthin</span></em> dalam pakan untuk meningkatkan daya tahan udang terhadap serangan penyakit.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Imunisasi pada udang baik dengan pemberian vaksin maupun imunostimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh udang sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit dan akhirnya dapat meningkatkan kelangsungan hidup udang.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Penggunaan bakteri <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Probiotuk</span></em> antara lain : <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Lactobacillus sp. </span></em>strain nonpatogen, <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Bacillus S11.</span></em></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
</ul>
<p><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#cc0000;font-family:'Book Antiqua';">Peningkatan kualitas budidaya</span></em></strong><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"><br />
Perbaikan kualitas air dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip bioremediasi yaiut penguraian limbah dengan menggunakan mikroba seperti <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Nitrosomonas, Nitrobacter </span></em>dan <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">Spirulina.</span></em></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';"><em><span style="font-family:'Book Antiqua';"></span></em></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:10pt;color:#cc0000;font-family:'Book Antiqua';">Pencegahan terjadinya infeksi dan kontaminasi patogen penyebab penyakit</span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Pencucian dasar tambak dilakukan 2 kali yaitu dengan cara menggelontorkan atau dengan cara mengisi tambak sampai ketinggian 30 cm, kemudian dibiarkan sehari semalam setelah itu dibuang sampai habis. Pencucian kedua dimaksudkan untuk membuang sisa-sisa penggelontoran pertama yang belum terbuang.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Menggunakan sistem tertutup (<em><span style="font-family:'Book Antiqua';">closed system</span></em>), semi tertutup (<em><span style="font-family:'Book Antiqua';">semi-closed system</span></em>) dan resirkulasi untuk mencegah pemasukan agen penyakit dari luar. Penggunaan peralatan tambak seperti alat sampling udang, tempat pakan, dsb, sebaiknta dipisahkan untuk masing-masing petak tambak.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Menggunakan filter biologis dan tandon baik untuk air laut maupun tawar.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Mencegah pemasukan<em><span style="font-family:'Book Antiqua';"> </span></em>hewan liar (udang, ikan, dll) yang dapat bertindak sebagai <em><span style="font-family:'Book Antiqua';">carrier.</span></em></span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;color:#660066;font-family:'Book Antiqua';">Air bekas tambak (limbah) terutama dari tambak yang terserang wabah harus didesinfeksi terlebih dahulu sebelum dibuang agar tidak mencmari lingkungan sekitar dan mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar.</span><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;"> </span></li>
</ul>
<p style="color:#333333;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">Sumber: <a href="http://www.dkp.go.id/">www.dkp.go.id</a></span></p>
<p style="color:#333333;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:8pt;font-family:Verdana;">   </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquablok2b.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquablok2b.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquablok2b.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquablok2b.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=6&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/penyakit-utama-penyebab-kematian-udang-di-tambak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0e450ae476f9d504be5941d8efae38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aquablok2b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komposisi Kimia Air Tambak</title>
		<link>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/komposisi-kimia-air-tambak/</link>
		<comments>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/komposisi-kimia-air-tambak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 09:26:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aquablok2b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kualitas Air]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/komposisi-kimia-air-tambak/</guid>
		<description><![CDATA[Jika diperhatikan secara sepintas air tambak tidak berbeda dengan air kolam lainnya. Yang terbersit dalam pikiran kita yang membedakannya adalah air tambak terasa asin karena mengandung garam sedangkan air kolam berasa tawar. Sejak terjadinya laut di permukaan bumi ini, laut menjadi tempat penampungan garam-garam dan batuan yang diangkut dari darat, letusan gunung berapi dan meteorolet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=5&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Jika diperhatikan secara sepintas air tambak tidak berbeda dengan air kolam lainnya. Yang terbersit dalam pikiran kita yang membedakannya adalah air tambak terasa asin karena mengandung garam sedangkan air kolam berasa tawar. Sejak terjadinya laut di permukaan bumi ini, laut menjadi tempat penampungan garam-garam dan batuan yang diangkut dari darat, letusan gunung berapi dan meteorolet yang datang dari angkasa luar. Akibatnya laut menjadi penuh dengan berbagai jenis senyawa yang kita kenal kemudian masuk ke tambak-tambak yang ada di pinggiran pantai. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Sebagaimana kita ketahui bahwa apabila berbicara tentang air tambak pasti berbicara tentang air laut. Sehingga pembahasan air tambak pun tidak terlepas dari air laut. </span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Unsur-unsur kimia yang terdapat di dalam air laut atau tambak yaitu berupa garam-garam, gas-gas, suspensi dan senyawa organik. Garam-garam tersebut berasal dari hasil erosi batu-batuan yang diangkut oleh sungai dan telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama. Beberapa senyawa lain terutama yang berupa gas berasal dari makhluk hidup yang ada didalamnya termasuk unsu oksigen dan nitrogen.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Komposisi Kimia dalam Air Laut / Tambak</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<table border="1" width="100%" cellPadding="0" style="width:100%;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td width="10%" style="background:#6699ff;width:10%;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><strong><span style="font-size:10pt;color:white;font-family:Arial;">No.</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td width="34%" style="background:#6699ff;width:34%;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><strong><span style="font-size:10pt;color:white;font-family:Arial;">Senyawa</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td width="56%" style="background:#6699ff;width:56%;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><strong><span style="font-size:10pt;color:white;font-family:Arial;">Konsentrasi g/kg pada salinitas 35 ppt</span></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">1</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Klorida (Cl)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">19.353</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">2</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Natrium (Na)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">10.730</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">3</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Sulfat (S)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">2.712</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">4</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Magnesium (Mg)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">1.294</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">5</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Kalsium (Ca)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.413</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">6</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Kalium (K)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.387</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">7</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Bicarbonat (HCO3)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.142</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">8</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Bromida (Br)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.067</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">9</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Strontium (Sr)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.008</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">10</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Brom (B)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.004</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
<tr>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">11</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">Flourida (F)</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
<td style="background:#ccffff;border:#ece9d8;padding:0.75pt;"><span style="font-size:10pt;color:#336600;font-family:Arial;">0.001</span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></td>
</tr>
</table>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Karena senyawa kimia yang ada di dalam laut / tambak sangat kompleks, agak sulit untuk menentukan jumlah zat-zat yang terlarut didalamnya, karena diperlukan perangkat peralatan yang lengkap. </span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Namun demikian Forch Knudsen dan Sorensen (1902) menyatakan bahwa perbandingan elemen-elemen tersebut dapat dikatakan tetap. Dengan kata lain konsentrasi zat-zat terlarut dalam air dapat ditentukan apabila salah satu elemennya dapat diketahui. Karena itu klorida merupakan satu elemen yang paling besar jumlahnya, konsentrasinya digunakan sebagai standar untuk menentukan tinggi rendahnya kadar garam (salinitas).</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Salinitas menunjukkan banyaknya (gram) zat-zat terlarut dalam (satu) kilogram air laut, dimana dianggap semua karbonat telah diubah menjadi oksida dan unsur Bromida (Br), Iodium (I) diganti oleh Klorida (Cl) dan semua bahan organik telah dioksidasi secara sempurna.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Selain unsur-unsur utama yang disebutkan diatas ada beberapa unsur lain yang besar peranannya dalam menentukan kualitas air tersebut, khususnya hubungannya dengan usaha budidaya udang di tambak. Unsur tersebut adalah Fosfor, Nitrogen, Silikon dan Karbondioksida.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Sumber utama fosfor (P) berasal dari batu-batuan fosfat dan endapan lain yang telah terbentuk dalam waktu tahunan Geologi. </span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Karena erosi secara perlahan-lahan batuan ini terkikis dan melepaskan fosfat ke dalam laut. Fosfor terdapat dalam bentuk organik dan organik merupakan salah satu unsur yang penting untuk kehidupan organisme.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Konsentrasi fosfor di suatu perairan dipengaruhi oleh faktor lintang, musim dan aktivitas plankton. Di daerah tropis termasuk Indonesia variasi fosfor sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh perbedaan suhu antara musim hujan dan kemarau tidak begitu mencolok, sehingga aktivitas plankton hampir seragam sepanjang tahun.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Silikon (Si) yang terdapat dalam laut, antara lain sebagai larutan seperti ion silikat dan sebagai suspensi, seperti Silikondioksida (SiO<sub>2</sub>). Silikondioksida (SiO<sub>2</sub>) dikenal sebagai komponen yang penting dari penyusun tubuh plankton jenis silikon Flagelata diotome dan jenis-jenis plankton lain.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;">Distribusi silikon tergantung pada lokasi dan kedalaman perairan. Pada perairan pantai kadar silikon lebih tinggi. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penggalian tanah.</span></p>
<p><span style="font-size:10pt;color:#339966;font-family:Arial;"></span><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span><strong><em><span style="font-size:7.5pt;color:#339966;font-family:Arial;">Sumber : Buletin Mina Diklat, Oktober 2003 oleh Rahbiah</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-size:7.5pt;color:#339966;font-family:Arial;">    </span></em></strong><span style="font-size:8pt;color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquablok2b.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquablok2b.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquablok2b.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquablok2b.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=5&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/komposisi-kimia-air-tambak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0e450ae476f9d504be5941d8efae38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aquablok2b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salam Jumpa</title>
		<link>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/salam-jumpa/</link>
		<comments>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/salam-jumpa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 05:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aquablok2b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/salam-jumpa/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=3&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquablok2b.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquablok2b.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquablok2b.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquablok2b.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=3&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/salam-jumpa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0e450ae476f9d504be5941d8efae38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aquablok2b</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/hello-world/</link>
		<comments>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 04:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aquablok2b</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=1&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquablok2b.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquablok2b.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquablok2b.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquablok2b.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquablok2b.wordpress.com&amp;blog=1998381&amp;post=1&amp;subd=aquablok2b&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquablok2b.wordpress.com/2007/10/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7c0e450ae476f9d504be5941d8efae38?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">aquablok2b</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
